BANDUNG- koran5news.com,- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan
Pelanggan (UP3) Bandung menyampaikan permohonan maaf atas gangguan aktivitas
galian tanah di sejumlah titik di Kota Bandung. Galian merupakan bagian dari
pengerjaan peremajaan kabel bawah tanah.
"Mereka menyampaikan tentang permohonan maaf karena ada
persoalan kabel tua. Mereka (PT PLN) harus merekajakannya. Banyak galian yang
harus dilakukan," ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial selepas menerima
audiensi jajaran PLN UP3 Bandung di Ruang Tengah Balai Kota Jalan Wastukancana,
Senin (22/10/2018).
Karena banyak menanam kabel listrik, Oded pun berharap PLN bisa
bekerja sama dengan Pemkot Bandung dalam hal ducting (jaringan bawah tanah)..
"Kalau memungkinkan kabel PLN pun bisa masuk di dalamnya," sambungnya.
Di samping itu, pertemuan yang dihadiri sejumlah kepala
perangkat daerah tersebut pun membahas mengenai kontribusi PLN dalam pembayaran
pajak penerangan jalan. Dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.
"Trennya meningkat dari tahun ke tahun. Semoga tetap
seperti itu sehingga pendapatan kita pun terus meningkat," tuturnya.
Sementara itu, Manajer PT PLN UP3 Bandung, Majudin
menyebutkan, untuk memberikan pelayanan infrastruktur kelistrikan di Kota
Bandung, pihaknya menghadapi paling tidak dua tantangan. Keduanya yaitu kondisi
kabel tertanam di bawah tanah sebagian sudah tua dan keterbatasan lahan gardu
distribusi.
Jika tidk diganti, katanya, risikonya terjadi “bottle neck” yang
memengaruhi penyediaan listrik dan berpotensi mengalami gangguan.
"Untuk itu ada beberapa galian kabel. Dan akhir tahun
frekuensi kegiatannya cukup padat. Misalnya di Jalan Purnawarman ada sekitar 4
kilometer," terangnya.
Di luar itu, Majudin mengungkapkan tentang pajak penerangan
jalan. Pihaknya membayar pajak penerangan jalan pada tahun 2016 sebesar Rp174,8
Miliar. Di tahun berikutnya, meningkat menjadi Rp190 miliar. Sedangkan hingga
September tahun ini, pihaknya sudah membayar Rp163,9 miliar.(Red)

